Selamat Datang di Website Resmi Pengadilan Agama Surabaya - Pengadilan Ramah Hak - Hak Perempuan dan Anak
admin | 12 Okt 2026, 00:00:00 WIB | 304 dibaca

PA Surabaya Bagikan Inovasi Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Knowledge Sharing PTA Surabaya dan PTA Bandar Lampung

Surabaya,9 Oktober 2026 - Inovasi berbasis teknologi informasi menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian. Pengadilan Agama Surabaya berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai inovasi pelayanan melalui kegiatan Knowledge Sharing Replikasi Aplikasi Inovasi antara Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan PTA Bandar Lampung yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan praktik baik antarsatuan kerja peradilan agama dalam mengembangkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat pencari keadilan.

Whats-App-Image-2026-10-09-at-09-39-00

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PA Surabaya Drs. Mufi Ahmad Baihaqi, M.H. memaparkan inovasi perlindungan perempuan dan anak melalui aplikasi Rahma dan Femina, termasuk proses bisnis, integrasi data, serta mekanisme pemantauan pemenuhan hak pasca perceraian. Sistem yang dikembangkan menghubungkan data perkara dan putusan dari SIPP, konsolidasi data melalui SINERGI, verifikasi transaksi pembayaran melalui APS Badilag, hingga validasi status pemenuhan nafkah melalui Femina dan integrasi layanan dengan pemerintah daerah. Pemaparan juga menjelaskan pentingnya menjaga sumber data yang otoritatif, melakukan validasi sebelum status diterbitkan, serta membatasi pertukaran data sesuai kebutuhan layanan.

Whats-App-Image-2026-10-09-at-09-38-59

Ketua PA Surabaya Drs. Mufi Ahmad Baihaqi, M.H. menyampaikan, “Inovasi perlindungan perempuan dan anak tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi, tetapi juga bagaimana memastikan hak-hak yang telah ditetapkan dalam putusan pengadilan dapat dipantau dan dipenuhi secara nyata.” Ia menjelaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Melalui inovasi Rahma dan Femina, PA Surabaya terus mendorong penguatan pemantauan kewajiban nafkah serta perlindungan hak perempuan dan anak dengan tetap memperhatikan validitas data dan kewenangan masing-masing instansi. Keikutsertaan PA Surabaya dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik sekaligus mendukung replikasi inovasi di lingkungan peradilan agama. Pertukaran pengetahuan diharapkan dapat menjadi referensi bagi PTA Bandar Lampung dan satuan kerja di wilayahnya dalam mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing. Melalui kolaborasi dan transformasi digital yang berkelanjutan, PA Surabaya terus menguatkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan peradilan yang inovatif, responsif, dan berorientasi pada perlindungan hak perempuan dan anak.